7 Kiat Jitu untuk Pemula agar Lancar Berbahasa Inggris Bak Penutur Asli

7 Kiat Jitu untuk Pemula agar Lancar Berbahasa Inggris Bak Penutur Asli

Berbicara bahasa Inggris adalah perkara yang mudah jika kamu orang Amerika, Australia, Inggris atau jika kamu berasal dari negara yang berbahasa Inggris.

Sebaliknya, jika tidak, maka bagi kita, bahasa Inggris mungkin akan terdengar 'bising'- kita mendengarnya, tapi tak satu katapun dapat dicerna seperti suara bising kendaraan bermotor yang lalu lalang di jalanan.

Berbicara bahasa Inggris dengan lancar memang idaman bagi banyak orang, tapi jalan menuju ke sana terkadang kita menemui jalan yang penuh debu dan kerikil.

Begitu banyak kiat ditawarkan diluar sana dengan janji-janji yang buat mabuk kepayang semakin menambah kebingungan.

Terlintas mungkin dibenak sobat,
bagaimana cara lancar bahasa Inggris?
bagaimana cara fasih bahasa Inggris?  atau
bagaimana sih agar kita bisa berbicara bahasa Inggris dengan lancar tanpa kendala yang berarti?

Istilah Akuntansi Bahasa Inggris sebagai Teman Tugas Kuliah

Istilah Akuntansi Bahasa Inggris sebagai Teman Tugas Kuliah

Ketika kita berbicara atau menulis  bahasa Inggris umum akan sangat berbeda dengan bahasa Inggris khusus. Bahasa Inggris umum digunakan kalangan umum atau orang kebanyakan, sedangkan bahasa Inggris khusus digunakan oleh kalangan dan lingkup tertentu misalnya bahasa Inggris akuntansi

Istilah-istilah akuntansi tersebut yang digunakan baik itu dalam bahasa Inggris dan bahasa Indonesia haruslah terdengar tidak asing di telinga orang-orang akuntansi.

Karena terjemahan yang tidak tepat berakibat tidak dipahaminya kata atau istilah tersebut.

Misalnya kamu ingin menerjemahkan assets, ketika kamu mencarinya di kamus ditemukan kata aset. Kata aset bagi kalangan praktisi akuntansi terdengar asing, meskipun terjemahan tersebut tidaklah salah. Istilah yang tepat untuk “assets” bagi kalangan akuntansi adalah “aktiva”.

Berikut daftar istilah akuntansi bahasa Indonesia dan padanannya dalam bahasa Inggris:

Peribahasa Padanan Bahasa Inggris yang Sebaiknya Masuk Perbendaharaan Kamu

Peribahasa Padanan Bahasa Inggris yang Sebaiknya Masuk Perbendaharaan Kamu

Terkadang ketika kita berbicara ataupun berkomunikasi kita menggunakan ungkapan dalam bentuk peribahasa untuk memudahkan kita menyatakan maksud dari pernyataan kita agar mudah dipahami oleh lawan bicara. 

Di dalam bahasa Indonesia, kita sudah mengenal banyak peribahasa, tapi apakah sobat tahu padanan peribahasa Indonesia dalam bahasa Inggris?

Apa itu peribahasa?

Peribahasa adalah kelompok kata, frasa atau kalimat yang menyatakan suatu maksud, keadaan seseorang, atau hal yang mengungkapkan kelakuan, perbuatan atau hal mengenai diri seseorang. 

Dalam bahasa Inggris peribahasa di sebut Proverb. 
Perbedaan Live dan Stay yang Sering Diabaikan Banyak Orang

Perbedaan Live dan Stay yang Sering Diabaikan Banyak Orang

Banyak pemula pembelajar Bahasa Inggris dibuat bingung dengan kedua kata ini live dan stay. Kedua kata ini kerap kali digunakan seolah-olah kedua kata tersebut sama. Apakah memang demikian adanya?

Kedua kata tersebut apabila sobat mencarinya di kamus bahasa Inggris-bahasa Indonesia, maka keduanya memiliki arti yang sama tinggal. Kata tinggal tersebut mempunyai arti menghabiskan sekian waktu untuk tinggal.

Sebenarnya baik kata live maupun stay mempunyai banyak arti lainnya, tapi kita kali ini hanya akan membahas perbedaan mendasar antara dua kata tersebut.

Apa saja yang membedakan antara live dan stay?

Simak perbedaan antara keduanya sebagaimana catatan berikut:

Perbedaan Makna

Pasangan kata live biasanya berpasangan dengan kata yang merujuk pada kata tempat tinggal misalnya house, nama kota misalnya Semarang, nama kawasan misalnya Pondok Indah.

Arti kata live memiliki makna “tinggal atau menetap untuk waktu yang sangat lama, bisa juga dikatakan selamanya”

Sedangkan, kata stay biasanya berpasangan dengan kata yang merujuk pada kata tempat tinggal sementara misalnya motel, hotel, apartment, inn, boarding house.

Arti kata stay memiliki makna “ tinggal atau menginap untuk waktu yang tidak terlalu lama, bisa juga dikatakan sementara waktu”.

Cara Sederhana Memahami Tenses Tanpa Menghafal Rumus Satupun

Cara Sederhana Memahami Tenses Tanpa Menghafal Rumus Satupun

Sebagian besar orang yang belajar tata bahasa Inggris sudah pasti mengenal Tenses. Bagi mereka, belajar tenses adalah belajar tata bahasa (grammar), atau sebaliknya belajar grammar itu adalah belajar tenses.

Ya, benar sekali. Tenses bisa dikatakan sama dengan grammar, tapi grammar tidak hanya berisikan tentang tenses semata.

Tenses dipandang bagi kebanyakan orang, baik bagi mereka yang mempelajari bahasa Inggris maupun tidak, adalah ibarat kata pepatah “bagai pungguk merindukan bulan”.

Kata-kata seperti sulit, sukar, sangat sulit, sukar sekali sudah melekat erat di benak mereka. Belajar tenses terasa sulit dan terkadang membuat frustasi bagi yang mempelajarinya.

Tenses dianggap sulit karena memang bahasa Indonesia tidak pernah mengenal adanya tenses.

Hal ini berbeda dengan orang-orang yang berasal dari beberapa negara yang memiliki tenses dalam bahasa mereka seperti bahasa arab, bahasa Jepang, bahasa Belanda, bahasa Perancis dan beberapa bahasa lainnya.

Tentu saja, mereka yang berasal dari negara-negara yang bahasanya mengenal tenses akan lebih mudah menguasai tenses bahasa Inggris, dibandingkan kita, yang mana di dalam bahasa Indonesia, kita tidak pernah menemukan adanya tenses dalam kalimat bahasa Indonesia, sehingga kita tidak mempunyai gambaran seutuhnya, seperti apa 'penampilan' tenses itu? dan bagaimana 'kepribadiannya'?

Sekarang bagaimana dengan sobat? Apakah kamu mempunyai masalah serupa dengan mereka? Jika jawaban kamu adalah ya, maka silakan simak dan ikuti catatan saya berikut ini.

Mungkin, catatan ini bisa sedikit memberi setitik pelita dan saya berharap dapat mengubah pendapat banyak orang kalau tenses itu sulit.

Kita awali dengan satu langkah kecil, yaitu dengan satu pertanyaan; apa itu tense (atau bentuk jamaknya adalah tenses)?

Cara yang Tidak Biasa agar Kamu Bisa membedakan antara Frasa, Klausa dan Kalimat

Cara yang Tidak Biasa agar Kamu Bisa membedakan antara Frasa, Klausa dan Kalimat

  1. In Semarang many tourism objects to pay a visit. 
  2. Because of many people are not familiar enough with Semarang, they don’t know where to go. 
  3. Lumpia Semarang specialty, a thin pastry sheet with bamboo shoots, egg, fresh and vegetables. 
  4. Because not a lot of people know about Semarang. 

Beberapa kalimat diatas adalah contoh apa yang bisa saja terjadi pada cara kita menulis apabila kita tidak bisa membedakan antara Frasa, Klausa, dan Kalimat.

Suatu ketika saya mencoba menanyakan kepada beberapa murid apa perbedaan di antara ke tiganya. Kemuadian jawaban mereka adalah:

Phrase itu adalah frasa,

Clause itu adalah klausa,,

sedangkan Sentence adalah kalimat.


Pemahaman mereka tentang phrase, clause dan sentence baru sebatas menerjemahkan kata-kata tersebut. Lantas apa yang membedakan ketiganya?

Mengenai istilah frasa dan klausa, kamu mungkin belum mengerti benar, tapi untuk istilah kalimat, saya yakin kamu pasti sudah mengerti setidaknya kamu sudah bisa mengidentifikasi sebuah kalimat ketika menemukan tanda baca titik (.) di akhir kata dari kalimat tersebut.

Kata-Kata Bijak Bahasa Inggris Albert Einstein buat Kamu yang Ingin Menginspirasi Banyak Orang

Kata-Kata Bijak Bahasa Inggris Albert Einstein buat Kamu yang Ingin Menginspirasi Banyak Orang

Banyak orang mengenal Albert Einstein adalah seorang ilmuwan fisika teoretis yang dipandang luas sebagai ilmuwan terbesar di abad ke-20. Dia mengemukakan teori relativitas dengan rumus E=mc² dan juga banyak memberi sumbangsih bagi pengembangan mekanika kuantum, mekanika statistika, dan kosmologi.

Dengan IQ 160, dia tidak hanya bersinonim dengan kata cerdas tapi genius. Kebanyakan dari kita, termasuk saya sendiri, beranggapan Albert Einstein adalah seorang yang hanya mengandalkan nalar dan logika.

Tapi pendapat saya bergeser dan berpandangan lain setelah saya membaca dan meresapi dari kata-kata bijak seorang Albert Eistein.


Berikut kata - kata bijak Albert Einstein bahasa Inggris yang saya koleksi untuk sobat setia langit biru beserta terjemahannya:

3 Prinsip Dasar Belajar Tata Bahasa (grammar) Tanpa Bikin Sakit Kepala

3 Prinsip Dasar Belajar Tata Bahasa (grammar) Tanpa Bikin Sakit Kepala


Where did you go last week?”, tanya saya, ketika saya sedang menguji ujian lisan bahasa Inggris pada seorang murid. Kemudian dengan suara pelan, dia menjawab, “I go to my grandmother’s house”. Karena mengira murid tersebut gugup, saya kemudian menanyakan dengan pertanyaan yang sama tapi kata DID saya lebih tekankan. Serta merta dia menjawab “ I go to my grandmother’s house”. Sesaat kemudian, saya mengira dia mungkin lupa past tense, saya lalu mengujinya dengan menanyakan, “What is the past form of “go?”. Dengan lantang, dia menjawab “went”. Lalu saya menanyakan kembali pertanyaan yang sama. Berharap murid tersebut menjawab sesuai harapan saya, ternyata dia tetap teguh menjawab dengan jawaban, “I go to my grandmother’s house”.

Cerita di atas pernah terjadi pada murid saya bahkan pada saya ketika dahulunya saya masih seorang murid. Mungkin pula kejadian tersebut pernah terjadi pada kamu.

Kenapa bisa hal tersebut bisa demikian?

Banyak variabel yang menjadi penyebabnya. Salah satunya adalah penguasaan tata bahasa (grammar).

Tata bahasa bagi kebanyakan pembelajar bahasa Inggris ibaratnya seekor lalat atau serangga lainnya yang hinggap dan mengeribungi sebuah hidangan dan menghilangkan selera makan si penyantap.

Kebanyakan para pemula pembelajar bahasa Inggris langsung alergi begitu mendengar kata tata bahasa (grammar).

Meskipun dari sejarah kita yang sudah cukup makan “asam garam” belajar bahasa Inggris khususnya tata bahasa (grammar) sedari tingkat SMP, bahkan ada yang mulai SD atau lebih awal lagi TK,  kemudian SMA bahkan hingga tingkat perguruan tinggi, kita mempunyai pandangan yang sama mengenai Tata bahasa.

Kembali pada cerita saya di atas dan keterkaitannya dengan tata bahasa (grammar), saya dan orang-orang diluar sana atau mungkin kamu, sudah terbiasa dengan pandangan kalau tata bahasa artinya menghafalkan rumus-rumus tenses yang seabrek, kata kerja tak beraturan yang jumlahnya tidak sedikit, rumus-rumus jenis kalimat aktif dan pasif atau kalimat langsung atau tidak langsung dan lain sebagainya.

Apakah cara belajar tata bahasa dengan menghafalkan rumus-rumus itu salah?

Menurut saya tidak ada yang salah, hal itu terbukti pada para murid saya, salah satunya di cerita saya di atas, sudah banyak hafal dengan rumus-rumus tersebut.

Lantas, kenapa mereka masih mengalami kesulitan dalam menjawab pertanyaan saya?

Jawabannya karena kebanyakan penjelasan tata bahasa (grammar) hanya menekankan pada hafalan pada rumus-rumus atau pada bentuk nya (form) saja. Dengan kata lain, kita sering diajarkan menuliskan bentuk pola sebuah kalimat sehingga, bisa ditebak, kita akan kesulitan menggunakan kalimat tersebut dalam konteks yang tepat, baik itu dalam bahasa lisan maupun bahasa tulisan.

Sebagai contoh kita diajarkan bagaimana cara menuliskan kalimat dalam bentuk present tense. Lalu, dikatakan pula bahwa present tense itu merupakan bentuk saat ini atau sekarang dan didampingi dengan penanda waktunya seperti now, every day, at a present dan lainnya. Setelah itu, kita diperkenalkan dengan rumus present tense: subjek + verb 1 (s/es). Kemudian kita diminta menghafalkan bentuk kalimatnya.

Setelah kita hafal diluar kepala dengan rumusnya, kemudian suatu ketika saat menunggu di stasiun kereta, kita bertemu dengan seorang bule. Lalu dia bertanya, "What time does the train depart tomorrow?" Sejenak kita bingung kenapa si bule menggunakan penanda waktu tomorrow untuk kalimat bentuk present tense.

Apakah sobat bingung?

Hal tersebut terjadi karena kita hanya memandangnya dan mengkonsentrasikan diri dari satu sisi, yaitu bentuk penulisannya atau rumusnya semata. Alhasil, tatkala kita ingin menggunakan, kesulitan siap menghadang.

Belajar tata bahasa yang lebih komprehensif seyogyanya dengan melihatnya dari 3 dimensi.

Apakah Kamu Tahu Kalau  Kamu  Bisa Temukan Cinta Sejati dalam Kalimat bahasa Inggris?

Apakah Kamu Tahu Kalau Kamu Bisa Temukan Cinta Sejati dalam Kalimat bahasa Inggris?

Apakah sobat mengenal cinta sejati? Mungkin jawaban mu ya, mungkin pula tidak. Apakah kamu percaya ada cinta sejati? Mungkin jawaban mu tidak. Mungkin juga kamu beralasan tidak ada yang namanya cinta sejati. Apakah kamu sudah menemukannya?

Mungkin terpikir oleh kamu, apalagi menemukannya di zaman sekarang seperti mimpi di siang bolong, dan lagi pula cerita cinta sejati hanya ada di cerita dongeng.

Apapun jawabanmu jangan beranjak dulu. Simak cerita berikut ini;

Dahulu kala, ada seorang pemuda ber wajah rupawan bernama Romeo. Kedua orang tuanya ingin agar Romeo segera mengakhiri masa kesendiriannya dan memberikan cucu bagi mereka. Karena ingin membahagiakan orang tuanya, Romeo memutuskan pergi merantau untuk menemukan tambatan hatinya.

Dalam perjalanannya dia bertemu dengan tiga gadis jelita. Mereka adalah Inem, Lady dan Linda.

Inem adalah seorang gadis desa yang banyak disukai para pemuda di desanya. Selain cantik, dia juga sangat rajin, pandai memasak, cekatan dalam mengurus urusan pekerjaan rumah tangga, serta patuh dengan  calon suami nantinya.

Berikutnya Lady, tidak seperti Inem, Lady tidak menyukai hal yang berkaitan dengan urusan pekerjaan rumah tangga. Dia adalah gadis yang suka dengan kebebasan dan menyukai lagu-lagu yang beraliran music keras  misalnya rock atau heavy metal hal itu tergambar dengan beberapa tato di pundaknya serta beberapa tindikan di telinga, dan hidungnya.

Sedangkan yang terakhir adalah Linda, seorang gadis kekinian, berwawasan luas dan mempunyai karir yang menjanjikan tapi tidak menyukai pekerjaan rumah tangga. Apalagi kalau harus mencuci piring, mencuci pakaian,  menyetrika, menyapu ataupun mengepel seluruh lantai rumah. Dia sangat membencinya.

Ketiga gadis ini tampaknya menyukai dan menaruh harapan pada Rome. Sejenak Romeo bingung karena dihadapkan dengan pilihan sulit karena harus memilih satu di antara mereka bertiga.

Mungkin kamu bingung kenapa ada cerita dongeng dalam catatan saya kali ini, padahal kita sedang membicarakan hal yang berkenaan dengan tata bahasa dalam bahasa Inggris.

Meskipun mungkin kamu masih bingung, saya masih punya pertanyaan untuk kamu yaitu andaikata kamu adalah Romeo, gadis mana yang akan kamu pilih?

Apakah si gadis desa, Inem, atau si gadis funky, Lady ataukah si wanita karir, Linda? Tentukan pilihan mu, sekarang?

Tak perlu terburu-buru. Santai saja. Sembari kamu memikirkan pilihan mu apakah kamu memilih Inem, Lady ataupun Linda. Simak beberapa kalimat di bawah ini:
  • She am so sad.
  • We is at home.
  • My brother study in his room.
  • They studies together.
Kembali pada pertanyaan di atas. Jika kamu memilih salah satu dari ketiga gadis tersebut maka kalimat bahasa Inggris kamu kemungkinan akan seperti di atas. Lalu, apa yang salah dengan memilih salah satu dari tiga gadis tersebut?

Biar saya perjelas dengan lebih detil. Pertama, kita semua tahu bahwa kalimat yang benar dalam bahasa Inggris terdiri dari subjek dan predikat (menurut traditional grammar).

Para ahli lainnya mengatakan bahwa kalimat terdiri dari subjek dan proses (menurut systemic functional grammar). Apapun istilah yang mereka berikan pada kata-kata pembentuk kalimat.

Menurut hemat saya, pada dasarnya sama hanya dari sudut mana mereka melihatnya. Saya lebih suka menyebutnya dengan “Romeo” dibandingkan “Subjek” pada konteks ini.

Kenapa? Pikirkan lagi, mana yang lebih akrab ditelinga kamu kata "Romeo" ataukah Subjek? Alasannya cukup sederhana yaitu saya tidak ingin para pembelajar bahasa Inggris menjadi para ahli tata bahasa.

Jika kamu sependapat dengan saya, kamu bisa melanjutkan kalimat-kalimat saya berikutnya. Jika tidak, kamu mungkin sudah menutup laman ini dan berselancar ke situs lainnya.

Merujuk kembali pertanyaan saya sebelumnya adalah andaikata kamu adalah Romeo, gadis mana yang kamu pilih?

Tik... tok... tikl.. tok... Maaf waktunya sudah habis, sobat.

Dalam sejarah cinta sejati, kita tidak pernah menemukan kisah cinta sejati antara Romeo dan Inem, atau Romeo dan Lady, maupun Romeo dan Linda.

Tetapi kita sudah tidak asing lagi dengan kisah cinta sejati antara Romeo dan Juliet, bukankah demikian?

Saya, dalam hal ini, menyebut Romeo sebagai gantinya subjek, sedangkan Juliet adalah pengganti Predikat.

Dengan kata lain, Romeo tidak pernah mencintai Inem, Lady ataupun Linda, tapi Romeo hanya mencintai Juliet “kemarin”, “sekarang” dan “hari esok”.

Romeo mencintai hanya satu gadis yaitu Juliet, bukan yang lain. Ini yang saya sebut “Cinta sejati“

Ragam Kata Bahasa Inggris yang Mungkin Teman Kamu Tidak Ketahui

Ragam Kata Bahasa Inggris yang Mungkin Teman Kamu Tidak Ketahui

Tentunya, para sobat langit biru pernah mendengar ataupun membaca frasa part of speech. Kira-kira apa, ya? Apakah parts of speech itu? Mungkin kalau diartikan kata perkata akan mempunyai arti kalau parts adalah bagian-bagian, sedangkan speech adalah pidato. Jadi kalau digabungkan adalah bagian-bagian pidato.

Apakah demikian arti dari parts of speech? Tentu saja tidak begitu.

Sebenarnya, arti dari parts of speech tidak ada kaitannya dengan pidato atau apapun yang berbau pidato. Lantas apa ya? Untuk menjawabnya, silakan simak catatan berikut.


Pengertian Part of Speech 

Secara harfiah, parts of speech dapat dimaknai sebagai bagian-bagian yang membentuk suatu ucapan atau ungkapan dari satu kalimat. 

Lebih lanjut, Parts of speech lebih tepatnya diterjemahkan secara bebas yaitu jenis-jenis kata yang membentuk satu kalimat (khususnya dalam bahasa Inggris). 

Pendek kata, dengan definisi yang lebih sederhana, Parts of speech adalah Jenis-jenis kata. Lalu, kata apa saja yang termasuk dalam kategori jenis-jenis kata (parts of speech).