3 Rasa Berbahasa Inggris yang Sebaiknya Kamu Tahu Sebelum Belajar Grammar


Pernahkah sobat bingung ketika ingin belajar tata bahasa atau grammar bahasa Inggris? Kenapa model dialog bahasa Inggris dalam sebuah serial TV terkadang berbeda dengan dialog yang diajarkan guru bahasa Inggris di sekolah? Atau terkadang ketika kita menanyakan benar atau tidaknya dari sebuah kalimat bahasa Inggris, kenapa ada yang mengatakan kalimat ini benar, tapi ada juga yang mengatakan kalimat ini salah?


Atau kenapa ada yang mengatakan kita tidak boleh menggunakan pertanyaan dalam bentuk pernyataan, tapi ada juga yang mengatakan tidak masalah jika menggunakan kalimat penyataan sebagai pertanyaan? Atau mungkin juga, kenapa ada yang mengatakan kita tidak boleh menyingkat frasa seperti do not, does not, will not, cannot dan frasa sejenis lainnya, tapi ada juga yang mengatakan tidak masalah jika menyingkatnya?

Dan sejumlah pertanyaan kenapa lainnya yang mungkin menambah kebingungan kita, terutama kita sebagai pemula pembelajar bahasa Inggris. Perbedaan pendapat di atas berbeda lantaran mereka memandang bahasa Inggris dengan perspektif yang berbeda antara satu dan lainnya.

Untuk menjawab rasa penasaran sobat, saya memberikan sebuah ilustrasi, misalkan saja sobat lapar dan seseorang ingin mengajak atau menawarkan makanan untuk kamu, maka kemungkinan dia akan mengatakan salah satu dari ketiga kalimat ajakan di bawah ini

Wanna get something to eat?
Do you feel like getting a burger?
I was wondering if you could accompany me to the restaurant?

Tiga kalimat ajakan di atas menggambarkan tiga rasa berbahasa Inggris dalam kehidupan sehari-hari. Saya mengibaratkannya seperti sepotong kue berlapis tiga. Kue ini mempunyai tiga rasa yang berbeda. Apa saja rasa ketiga lapis kue ini? Saya menyebutkan ketiga lapis tersebut seperti berikut:
Tiga rasa berbahasa Inggris
Tiga rasa berbahasa Inggris - langitbirukata.com


Bahasa akrab
Bahasa santai
Bahasa serius

Lapis kue yang pertama ini saya menyebutkan bahasa akrab.


Bahasa Akrab

Wanna get something to eat?

Bahasa akrab adalah ujaran yang tidak formal atau tidak baku menurut aturan tata bahasa Inggris. Ujaran ini kebanyakan berisi kata-kata slang. Struktur dan susunan kata dalam kalimat yang digunakan sering kali melanggar semua aturan yang ada dalam tata bahasa.

Sebuah bahasa yang menggambarkan aku kenal kamu dan kamu kenal aku. Pada intinya, kedudukan penuturnya sama-sama setingkat. Mereka tidak berusaha saling menunjukkan kehebatan mereka. Dan mereka merasa nyaman dengan kesalahan mereka masing-masing dalam menggunakan bahasa Inggris ala mereka.

Malah mereka dengan sengaja membuat kesalahan dalam aturan tata bahasa agar mereka dapat membedakan obrolan yang sifatnya pribadi dengan percakapan situasi lainnya.

Bahasa akrab biasanya digunakan kalangan remaja ketika membicarakan hal mengenai masalah mereka yang tidak dimengerti oleh para orang tua mereka. Dan juga bahasa ini digunakan oleh kelompok atau kumpulan orang tertentu yang mempunyai minat yang sama.

Berikut contoh bahasa akrab.

Me and him are going to the gym. Wanna come?
He's like, I did 60 pushups, and I go like, no way. I mean, what's he think?
We're stupid or something? Sixty? More like one. Yeah, I know. In his dreams he did 60.

Saya meragukan kalau bahasa diatas di mengerti oleh kebanyakan orang, tapi para penuturnya mengerti benar dengan ujaran ini karena mereka mengetahui dengan baik konteks dan situasinya. Bahasa akrab yang saya sebut ini, pada umumnya banyak orang, menyebutnya bahasa tidak formal atau bahasa tidak resmi. Atau kalangan muda menyebutnya bahasa gaul.


Lapis kue berikutnya, sedikit lebih tinggi tingkatannya dari bahasa akrab yaitu bahasa santai.


Bahasa Santai

Do you feel like getting a burger?

Meskipun tidak setingkat dengan bahasa akrab, bahasa santai masih meninggalkan kesan akrab dan santai. Bahasa santai ini tidak terlalu jauh melanggar kaidah tata bahasa Inggris. Dengan kata lain, ketika menggunakan bahasa santai ini, kamu tetap bisa santai tapi tidak sepenuhnya santai. Bahasa ini seringnya digunakan dalam bahasa lisan dibanding digunakan dalam bahasa tulisan. Bahasa santai biasanya digunakan sesuai dengan situasi berikut.

Berbicara santai dengan anggota keluarga, tetangga dan kenalan dekat.
Berbicara santai dengan para guru dan teman sekantor.
Berbicara santai dengan penyelia.
Menuliskan catatan dan surel pada teman
Berkomentar santai di internet, di blog, di pesan singkat dan sejenisnya.
Menulis surat dalam kondisi santai pada keluarga dekat.

Bahasa santai, seperti namanya, tidak terlalu kaku dalam aturan tata bahasa, tapi tetap tidak bisa sekehendaknya. Misalnya menghilangkan beberapa huruf dalam menyingkat frasa seperti don't, I'll, would've, I've, I'am dan serupa lainnya. Menghilangkan beberapa kata seperti got to go, you understand?, catch you later, be there soon dan serupa lainnya.

Dalam bentuk tulisan pun, bahasa yang satu ini tidak kaku dalam hal aturan menulis baku. Terkadang kalimat tidak penuh berdiri sendiri, tanda baca seperti - menghubungkan semua komponen kalimat. Bahasa santai yang satu ini pada umumnya kebanyakan orang menyebutnya bahasa semi formal atau bahasa semi resmi.


Nah, setelah dua lapis bahasa di atas, sekarang kita beranjak ke lapis kue terakhir yaitu bahasa serius.


Bahasa Serius

I was wondering if you could accompany me to the restaurant?

Bahasa ini merupakan bahasa baku yang harus mengikuti aturan dan kaidah tata bahasa. Di sini bahasa Inggris memperlihatkan bahwa seseorang memiliki pilihan kosakata tingkat mahir dan pengetahuan yang memadai berkenaan dengan etika berbahasa. Bahasa serius yang saya singgung ini pada umumnya orang-orang menyebutnya bahasa formal atau bahasa resmi.

Berbicara menggunakan bahasa serius tidak memandang apakah status kita lebih dari lawan bicara kita ataupun sebaliknya, lawan bicara lebih tinggi posisinya dari kita. Bahasa ini digunakan untuk menunjukkan rasa hormat ataupun etika berbicara kita kepada lawan bicara. Tujuan dari menggunakan bahasa ini yaitu untuk mengesankan, menampilkan nilai martabat kita ataupun memberikan model contoh berbahasa Inggris bagi mereka yang sedang mempelajarinya. Kita dapat menggunakan bahasa ini baik itu berupa bahasa lisan maupun bahasa tulisan. Berikut beberapa situasi dimana kamu bisa menggunakan bahasa serius.

Menulis dalam surat bisnis
Menulis memo di kantor
Menulis laporan
Menulis PR (pekerjaan rumah)
Menulis catatan atau memo kepada guru
Menulis makalah, esai, skripsi dan lainnya
Memberikan pidato
Memberikan presentasi
Berbicara dalam konteks resmi, misalnya wawancara kerja,, persidangan, pertemuan kongres  dan lainnya


Lantas, kita harus pilih yang mana, apakah menggunakan bahasa akrab, bahasa santai, atau bahasa serius? Bingung ingin memilih yang mana. Baik, saya akan memberikan ilustrasi berikut ini.

Apakah sobat akan mengenakan pakaian seperti di bawah ini ketika kamu sedang melakukan wawancara kerja?
Woman in casual
Situasi Santai - langitbirukata.com
Tentu saja, tidak. Pakaian yang dikenakan pada gambar di atas terlalu santai dengan robekan pada celanan jins nya. Mungkin keren untuk nongkrong, tapi tidak untuk sebuah wawancara kerja.


Bagaimana dengan pakaian yang dikenakan pria pada gambar dibawah ini, apakah sobat akan mengenakannya ketika diajak pergi ke pantai?
Main in suit
Situasi Resmi - langitbirukata.com

Tentu saja, tidak. Pakaian yang dikenakan pada gambar di atas terlalu resmi dengan setelannya. Hal yang sama pula berlaku jika sobat menggunakan bahasa Inggris.


Bahasa serius ibarat sebuah pakaian setelan. Maka apabila kita berbicara menggunakan bahasa serius, kita akan terdengar elegan, berpendidikan dan resmi, tapi tidak setiap saat kita menggunakan bahasa serius, kita juga harus melihat lawan bicara dan situasinya. Apakah sesuai atau tidak ketika kita ingin menggunakannya?

Misalnya, suatu pagi, ketika kamu tanpa sengaja bertemu teman dekat kamu. Lalu, kamu menyapanya, "Selamat pagi. Apa kabar anda hari ini?". Tentunya, teman dekat kamu yang mendengar perkataan kamu akan tersentak kaget dan bertanya ada apa gerangan dengan kamu.

Singkatnya, sobat, jangan bingung apabila kamu mendengar penjelasan yang berbeda dari orang-orang mengenai bahasa Inggris. Bisa jadi penjelasan mereka berbeda karena cara pandang mereka juga berbeda dalam hal rasa berbahasa Inggris.

Demikianlah kue lapis tiga yang saya suguhkan buat sobat, terserah sobat mau memilih lapis kue yang ke berapa, yang pertama? Kedua? Atau ketiga? atau bahkan ingin semuanya. Semuanya bergantung pada konteks dan situasinya.

Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca artikel ini. Semoga bisa menjawab rasa ingin tahu sobat. Sampai jumpa lagi dengan artikel lainnya.


0 Response to "3 Rasa Berbahasa Inggris yang Sebaiknya Kamu Tahu Sebelum Belajar Grammar"

Post a Comment

Silakan berkomentar yang santun dan sesuai topik. Hanya komentar yang sesuai kebijakan yang akan ditampilkan. Baca selengkapnya di Kebijakan Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel