Manakah yang Lebih baik, Pengajar Penutur Asli dan Bukan Penutur Asli?


Apabila saya bertanya pada sobat apakah kamu ingin pengajar bahasa Inggris kamu adalah seorang  penutur asli atau bukan?

Sudah menjadi rahasia umum, kebanyakan para pembelajar bahasa Inggris memiliki preferensi bahwa mereka lebih menyukai pengajar penutur asli bahasa Inggris dibandingkan bukan penutur asli untuk mengajarkan mereka bahasa Inggris. Kenapa para pembelajar bahasa Inggris begitu


Apakah sobat juga memiliki pendapat yang sama dengan orang kebanyakan?

Sebelum kita melangkah lebih jauh dan memutuskan apakah kamu akan memilih pengajar penutur asli atau memilih bukan penutur asli, ada beberapa yang perlu kamu ketahui.

Pengajar Penutur Asli atau Bukan Penutur asli
Pengajar Penutur Asli atau Bukan Penutur asli - langitbirukata.com

Apa yang membedakan antara penutur asli atau bukan?

Apakah seseorang yang berpenampilan layaknya bule seperti bermata biru, berkulit putih dan berambut pirang adalah penutur asli?

Simak catatan berikut tentang pengertian penutur asli dan bukan penutur asli.


Penutur asli

Penutur asli atau pengguna bahasa pertama, atau disebut L1, yaitu seseorang yang telah mempeoleh bahasa Inggris sebagai bahasa pertama ketika masa kecil. Hal ini berarti bahwa menjadi seorang penutur asli adalah suatu fakta fisik yang tidak akan bisa dirubah meskipun telah melalui pelatihan dan pembelajaran seumur hidupnya.


Bukan Penutur Asli

Bukan penutur asli adalah seseorang yang telah mempelajari bahasa Inggris sebagai bahasa kedua atau ketiga, tapi yang bukan sebagai bahasa pertamanya. Hal tersebut berarti bahwa meskipun seseorang mempelajari bahasa tertentu sebagai bahasa kedua, atau disebut L2, sepanjang hidupnya, dia tidak akan pernah dapat menjadi seorang penutur asli.


Perbedaan Penutur Asli dan Bukan

Perbedaan mendasar antara penutur asli atau bukan penutur asli adalah penutur asli tidak perlu lagi mempelajari bahasa pertamanya, sedangkan bukan penutur asli akan terus mempelajari bahasa tersebut hingga sepanjang hidupnya. Seperti yang diungkapkan oleh Péter Medgyes, “penutur asli telah menguasai bahasa Inggris, sementara bukan penutur asli ... sedang dalam proses menguasainya” (Medgyes, 1999)

Hal ini menyiratkan bahwa menjadi seorang penutur asli bahasa Inggris merupakan fakta yang tidak dirubah meskipun telah menjalani berbagai latihan atau pembelajaran sepanjang hidup (Cook, 1999). Oleh karena itulah, kita dapat katakan bahwa tak seorangpun dapat menjadi seorang penutur asli bahasa kecuali bahasa ibunya. Namun, seseorang bisa menjadi penutur asli dua bahasa sekaligus atau lebih.

Singkatnya, bukan lantaran seseorang berpenampilan bermata biru, berkulit putih dan berambut pirang menjadikannya seorang penutur asli bahasa Inggris, tapi orang tersebut memperoleh bahasa Inggris sebagai bahasa pertama.

Jadi meskipun kebanyakan orang Perancis, orang Jerman, orang Rusia atau orang Belanda bermata biru, berkulit putih dan berambut pirang bukan berarti mereka adalah penutur asli bahasa Inggris.

Dengan kata lain, orang-orang yang berpenampilan seperti orang Asia, orang Arab, orang India, atau sobat sendiri, bisa jadi adalah penutur asli bahasa Inggris asalkan bahasa pertama mereka atau kamu adalah bahasa Inggris.

Kembali pada pertanyaan saya di awal mengenai apakah kamu ingin pengajar bahasa Inggris kamu adalah seorang  penutur asli atau bukan?

Perlu sobat ketahui catatan saya berikut ini bukan pendapat pribadi saya, tapi saya mengambil intisari, mengumpulkan dan menyimpulkan dari kajian yang sudah dilakukan para ahli.

Dalam dunia pengajaran bahasa Inggris baik itu institusi formal ataupun bukan, penutur asli dipandang sebagai pengajar bahasa Inggris yang tepat.

Apabila sobat memutuskan untuk memilih pengajar penutur asli, kamu akan melihat sisi kelebihan dan kekurangan dari pengajar penutur asli.

Kelebihan Pengajar Penutur Asli

Menurut George Braine (1999), penutur asli berbicara bahasa Inggris lebih lancar dan secara intuisi benar dibandingkan bukan penutur asli.


Memiliki Kompentensi Sociolingustik

Penutur asli memiliki kompetensi sociolingustik. Dengan kata lain, penutur asli tahu benar bagaimana berbicara bahasa Inggris dengan tepat dalam konteks yang beragam karena latar belakang dan pengetahuan mereka akan budaya, kebiasaan serta strategi berkomunikasi bahasa Inggris dalam keseharian mereka.


Kreatifitas Dalam Bahasa Inggris

Vivian Cook (1999) menyebutkan bahwa kreatifitas penutur asli dalam menggunakan bahasa Inggris dan pengetahuan akan bentuk bahasa Inggris formal dan tidak formal merupakan kelebihan besar dibandingkan bukan penutur asli.


Lebih Otentik Dalam Berbahasa Inggris

Gill dan Rebrova (2001) mendapati dalam kajian mereka bahwa bahasa Inggris penutur asli jauh lebih otentik, hidup dan sempurna dibandingkan bahasa Inggris bukan penutur asli. Hal ini berarti bahwa bahasa Inggris penutur asli lebih tepat dan terbarukan dibandingkan bahasa Inggris bukan penutur asli yang mungkin cenderung ketinggalan jaman, terlalu formal dan kaku dalam gaya bahasa.


Model Sempurna Untuk Pembelajar

Péter Medgyes (1999) berpendapat bahwa pengucapan, kosakata dan intonasi penutur asli merupakan kelebihan dan Peter Medgyes juga menyebutkan bahwa penutur asli sebagai model bahasa yang sempurna bagi pembelajar bahasa Inggris.


Bagaimana sobat sudah yakin memutuskan untuk memilih pengajar penutur asli? Jangan terburu-buru memutuskan, mungkin saja kamu berubah pikiran setelah membaca catatan berikut ini.


Kekurangan Pengajar Penutur Asli

Meskipun banyak kelebihan yang dimiliki oleh seorang pengajar penutur asli, memilih pengajar penutur asli dapat pula menyebabkan berbagai kendala.


Kurangnya Keterampilan Mengajar

Salah satu kendala yang disebutkan oleh Braine (1999) bahwa para penutur asli biasanya dipekerjakan suatu institusi pendidikan sebagai pengajar hanya karena latar belakang mereka adalah penutur asli bukan karena kompetensi mereka dalam mengajar. Alhasil, kita bisa mendapati seorang pengajar penutur asli dengan keterampilan berbahasa yang bagus, tapi sedikit atau bahkan sama sekali tidak memiliki keterampilan mengajar.

Memiliki pengetahuan tentang bahasa tidak cukup untuk menjadikan seorang pengajar yang berhasil. Seorang pengajar bahasa Inggris harus mengetahui strategi dan metode pengajaran serta harus memahami kebutuhan siswa-siswinya, permasalahan mereka, dan latar belakang budaya mereka.


Kesulitan Memahami Siswa-Siswinya

Di samping itu, pengajar penutur asli memiliki kesulitan untuk memahami kesalahan dan permasalahan yang dihadapi oleh siswa siswinya karena kebanyakan pengajar penutur asli biasanya tidak bisa berbahasa atau mengerti bahasa yang digunakan oleh para siswa siswinya, terutama tatkala harus menjelaskan konsep tertentu atau menemui masalah tertentu dalam berbahasa Inggris (Gill dan Rebrova, 2001).


Target yang Sulit Dicapai

Kendala berikutnya yaitu bahwa target berbahasa Inggris layaknya seperti penutur asli merupakan suatu target yang hampir tidak mungkin tercapai. Kesempurnaan dalam penggunaan bahasa Inggris bisa saja membebani atau bahkan mengintimidasi para pembelajar bahasa Inggris, terutama para pemula pembelajar bahasa Inggris, karena para pembelajar merasa belum cukup mengalami kemajuan dalam berbahasa Inggris atau merasa tidak pernah mungkin mencapai kesempurnaan dalam berbahasa Inggris (Cook, 1999)


Kurangnya Umpan Balik

Selanjutnya, Gill dan Rebrova (2001) telah mendapatkan temuan bahwa sebagian besar pengajar penutur asli kurang tegas dan tidak sering mengoreksi kesalahan berbahasa Inggris yang dilakukan oleh siswa-siswinya dibandingkan pengajar bukan penutur asli. Sehingga pada gilirannya kesalahan struktur berbahasa para siswa-siswinya terjadi terus menerus hingga terjadilah fosilisasi kesalahan lantaran mereka tidak mendapatkan koreksi atau umpan balik yang cukup.


Kurangnya Kesadaran Struktur Bahasa Inggris

Berikutnya, pengajar penutur asli tidak selalu memiliki kesadaran akan aturan dan struktur bahasa Inggris yang mereka ajarkan karena mereka menggunakan bahasa Inggris secara intuisi dibandingkan para pengajar bukan penutur asli yang memiliki kesadaran penuh dalam mempelajari bahasa Inggris sebagai bahasa kedua (Cook, 1999).


Tidak Mengalami Proses Pembelajaran

Selain itu, pengajar penutur asli tidak mengalami proses pembelajaran bahasa Inggris hal ini karena mereka memperoleh bahasa Inggris sebagai bahasa pertama serta mereka tidak mengalami proses dalam mempelajari bahasa Inggris di sekolah atau institusi lainnya. Hal ini berkebalikan dengan siswa-siswinya yang mempelajari bahasa Inggris di sekolah atau institusi pendidikan bahasa Inggris (Braine, 1999).


Kecendrungan Berbahasa Semi Formal

Lebih jauh lagi, pengajar penutur asli tidak selalu menggunakan bentuk atau bahasa Inggris yang baku karena mereka sering menggunakan bahasa Inggris dengan aksen tertentu dan gaya bahasa Inggris semi formal ketika mereka mengajar atau berbicara dengan siswa-siswinya (Braine, 1999). Namun bagi siswa-siswinya, penting untuk mempelajari bahasa Inggris baku karena kelak di kemudian hari siswa-siswi ini memerlukan bahasa Inggris baku untuk terjun ke dunia kerja atau bisnis.


Nah, sekarang bagaimana sobat masih teguh dengan keputusan kamu? Mari kita bandingkan dengan pengajar bukan penutur asli. Silakan lanjutkan membaca catatan berikutnya.


Kelebihan Pengajar Bukan Penutur Asli

Meskipun harus diakui bahwa dunia pengajaran bahasa Inggris lebih menyukai untuk mempekerjakan penutur asli, pengajar bukan penutur asli juga memiliki beberapa kelebihan.


Memahami Proses Pembelajaran

Hal yang penting dan terutama, pengajar bukan penutur asli memiliki pengetahuan mendalam mengenai proses pembelajaran bahasa dibandingkan pengajar penutur asli. Dengan kata lain, pengajar bukan penutur asli pernah mengalami proses belajar yang sama, kendala yang sama, kesalahan yang sama dengan yang dialami oleh peserta didik mereka dan bisa dikatakan bahwa  model contoh pembelajar bahasa Inggris yang sempurna bagi siswa-siswinya (Braine, 1999).


Memberikan Inspirasi Bagi Pembelajar

Selanjutnya, pengajar bukan penutur asli, yang dulunya juga merupakan seorang pembelajar bahasa Inggris, dapat memberikan dorongan dan motivasi bagi siswa-siswinya dengan cara menunjukkan bahwa sangat mungkin memiliki kemampuan lancar berbahasa Inggris melalui upaya pembelajaran.


Lebih Mengerti Masalah Pembelajar

Berikutnya, pengajar bukan penutur asli dapat memanfaatkan bahasa pertama siswa-siswinya untuk memberikan pemahaman dan juga menjelaskan permasalahan yang dihadapi oleh peserta didiknya serta perbedaan antara bahasa Inggris dan bahasa pertama peserta didiknya (Braine, 1999). Selain itu pengajar bukan penutur asli dapat memanfaatkan bahasa pertama siswa-siswinya untuk menjelaskan, kosakata, struktur kalimat kompleks ataupun permasalahan lainnya yang terjadi di dalam kelas.


Lebih Memahami Kebiasaan Pembelajar

Kesamaan latar belakang budaya dan kebiasaan antara pengajar bukan penutur asli dan para siswa-siswinya yang diajarinya membantu pengajar bukan penutur asli untuk lebih mudah dalam memahami gaya belajar peserta didiknya dan menerapkan pembelajaran bahasa Inggris selaras dengan teknik dan metode pengajaran (Braine, 1999; Gill dan Rebrova, 2001).


Lebih Mudah Menjelaskan

Berikutnya karena memiliki pandangan lebih tidak hanya tentang bahasa Inggris, tapi juga bahasa pertama peserta didiknya, pengajar bukan penutur asli mudah untuk menganalisa dan menjelaskan bahasa Inggris pada para peserta didiknya dibandingkan pengajar penutur asli (Braine, 1999). Sehingga pada gilirannya siswa-siswi dari pengajar bukan penutur asli akan cepat menguasai bahasa Inggris.


Lebih Sering Memberi Umpan Balik

Gill dan Rebrova (2001) menyebutkan bahwa sebagian besar pengajar bukan penutur asli lebih sering mengoreksi kesalahan berbahasa Inggris yang dilakukan oleh siswa-siswinya dibandingkan pengajar penutur asli. Alhasil, peserta didik dapat segera memperbaiki kesalahan dalam berbahasa Inggris.


Memberikan Informasi Lebih

Terakhir, pengajar bukan penutur asli juga dikatakan dapat memberikan lebih banyak porsi informasi pembelajaran bahasa Inggris pada peserta didiknya mengenai bahasa Inggris dibandingkan dengan pengajar penutur asli (Medgyes, 1999).

Setelah membaca catatan di atas, apakah sobat masih memutuskan memilih pengajar penutur asli atau berubah pikiran untuk memilih pengajar bukan penutur asli? Selanjutnya, kita akan menelusuri kekurangan dari pengajar bukan penutur asli. Berikut catatannya.


Kekurangan Pengajar Bukan Penutur Asli

Sama seperti hanya pengajar penutur asli, pengajar bukan penutur asli pun mempunyai beberapa kekurangan dalam pengajaran bahasa Inggris.


Tidak Seluwes Pengajar Penutur Asli

Yang pertama adalah pengajar bukan penutur asli tidak memiliki kelancaran, kemampuan berbahasa Inggris dan pengetahuan kebudayaan dan kebiasaan di negara berbahasa Inggris sebesar yang dimiliki pengajar penutur asli (Braine, 1999). Hal ini yang mengakibatkan pengajar bukan penutur asli merasa tidak nyaman dan kurang luwes dalam berbahasa Inggris bila dibandingkan dengan pengajar penutur asli.


Kurang Komunikatif Berbahasa Inggris

Berikutnya pengajar bukan penutur asli biasanya kurang komunikatif dalam berbahasa Inggris karena mereka lebih sering menggunakan bahasa Inggris hanya di dalam kelas dan sesama pengajar yang juga bukan penutur asli dan jarang bertemu langsung dengan penutur asli bahasa Inggris (Braine, 1999). Alhasil, bahasa Inggris pengajar bukan penutur asli cenderung 'ketinggalan jaman', terkesan kaku ataupun terlalu formal (Medgyes, 1999).


Ketidaknyamanan dalam Berbahasa Inggris

Hal ini tentu saja disadari oleh para pengajar bukan penutur asli bahwa pengetahuan bahasa Inggris mereka belum sebanding dengan pengetahuan pengajar penutur asli. Sehingga pada gilirannya kondisi ini membuat pengajar bukan penutur asli merasa agak 'minder' bila berhadapan dengan pengajar penutur asli (Medgyes, 1999). Situasi ini membawa pada kondisi ketidaknyamanan dalam berbahasa Inggris dan perasaan untuk mempertahankan diri sebagai pengajar bahasa Inggris (Braine, 1999).


Kurang Rasa Percaya Diri Berbahasa Inggris

Perasaan ketidaknyamanan ini dapat tercermin dari gaya mengajar pengajar bukan penutur asli yang terkadang kurang percaya diri ataupun keragu-raguan tatkala mengajar dengan menggunakan bahasa Inggris. Alhasil, siswa-siswinya memandang serta menilainya sebagai kurangnya pengetahuan dan kompentensi bahasa Inggris dari pengajar bukan penutur asli. Gaya mengajar seperti ini mungkin saja menurunkan motivasi peserta didiknya (Braine, 1999).


Seringnya Berbahasa Inggris Formal

Seperti disinggung sebelumnya, karena pengajar bukan penutur asli lebih sering menggunakan bahasa Inggris hanya di dalam kelas dan sesama pengajar yang juga bukan penutur asli dan jarang bertemu langsung dengan penutur asli bahasa Inggris, pengajar bukan penutur asli lebih sering menggunakan bahasa Inggris formal. Padahal para penutur asli lebih sering menggunakan bahasa Inggris tidak formal dalam keseharian mereka (Braine, 1999).

Secara ringkas, bisa saya menarik kesimpulan dari catatan di atas bahwa pengajar penutur asli merupakan model sosok sempurna yang dapat kamu tiru dari cara berbicara dan menulis ketika menggunakan bahasa Inggris. Sementara pengajar bukan penutur asli merupakan model sosok sempurna yang dapat menginspirasi kamu kalau berhasil berbahasa Inggris dengan lancar bukanlah hal yang mustahil karena pengajar bukan penutur asli dulunya juga mengalami kesulitan yang sama.


Demikianlah catatan singkat saya mengenai perbedaan pengajar penutur asli bahasa Inggris dan pengajar bukan penutur asli.

Kiranya artikel ini memberi sedikit pengetahuan tentang kedua pengajar yang berbeda latar belakang sehingga sobat dapat memilih apakah ingin diajarkan oleh penutur asli atau bukan penutur asli.

Apabila sobat masih penasaran mengenai perbedaan pengajar penutur asli atau bukan, sobat dapat membaca lebih rinci pada referensi yang saya tuliskan di bawah ini.

Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca artikel ini. Sampai berjumpa kembali dengan artikel-artikel lainnya.


Referensi:

Braine, G. (Ed.). (1999). Non-native educators in English language teaching.
Cook, V.J. (1999) Going beyond the native speaker in language teaching.
Gill, S. & Rebrova, A. (2001). Native and non-native: together we’re worth more. 
Medgyes, P. (1994). The Non-native teacher.


0 Response to "Manakah yang Lebih baik, Pengajar Penutur Asli dan Bukan Penutur Asli?"

Post a Comment

Silakan berkomentar yang santun dan sesuai topik. Hanya komentar yang sesuai kebijakan yang akan ditampilkan. Baca selengkapnya di Kebijakan Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel