3 Sisi Past Future Continuous Tense yang Perlu Diketahui


Apa kesan yang sobat tangkap dan terbersit dalam benak kamu tatkala mendengar past future continuous? Apakah masa lalu? Apakah masa depan? Ataukah masa sekarang?

Apabila kita berusaha untuk menghubungkan antara nama past future continuous tense dengan masing-masing arti dari nama tense ini, maka kebingungan akan bersiap-siap menghampiri kita. Jadi, saran terbaik saya, pisahkan nama tense ini dengan arti dari nama tense ini.

Sebelum kita lanjutkan pembahasannya lebih dalam, mari kita sedikit mengingat kembali mengenai tenses.

Seperti yang sudah ditulis pada catatan saya sebelumnya, ketika kita berbicara mengenai tenses, itu artinya kita berbicara sesuatu yang bertalian erat dengan waktu.

Tenses, seperti yang telah saya kupas dalam Cara Sederhana Memahami Tenses Bahasa Inggris, adalah perubahan bentuk yang terjadi pada sebuah kata kerja (verb), atau kata kerja bantu (auxiliary verb) ataupun kata kerja bantu (modal verb) yang menyesuaikan dengan suatu waktu yang kita maksudkan kepada pembaca atau pendengar.

Secara harfiah, present future continuous tense terdiri dari tiga kata pembentuk. Tense berarti penanda waktu (terlihat pada perubahan bentuk predikatnya) dan past berarti saat ini. Future adalah sebuah kegiatan atau peristiwa yang telah usai atau selesai dilakukan. Sedangkan, continuous berarti berlangsung dan berkelanjutan.

Past Future Continuous Tense
Past Future Continuous Tense - langitbirukata.com


Meskipun ditilik dari namanya yaitu past future continuos tense mengandung kata past yang berarti waktu lalu, kalau dilihat dari penggunaannya dalam konteks, tense ini ternyata tidak benar-benar menunjukkan pada waktu silam, tapi mengacu pada fungsi dan penggunaannya dalam konteks kalimat.

Agar sobat mengerti Past Future Continuous tense secara utuh dan komprehensif, bukan sekedar hafal rumusnya semata, sebaiknya kamu melihat 3 dimensi dari sebuah Past Future Continuous Tense:

1. Bentuk
2. Penggunaan
3. Makna


1. Bentuk (Form)

Kita bisa mengenali dan mengidentifikasi past future continuos tense dari sebuah kalimat dengan melihat bentuk (form) penulisan pola kalimat tersebut. Bentuk (form) dari kalimat past future continuos tense bisa diamati dari predikat dari kalimat tersebut.

Ciri-ciri utama, dan paling umum, dari dari sebuah kalimat dengan past future continuous tense adalah terdapat frasa would be dan bentuk ing dalam kalimat tersebut. Jadi bila kita mendapati kata kata-kata ini dalam sebuah kalimat, maka kita bisa memastikan kalau kalimat tersebut berbentuk past future continuous tense.

Kita mulai catatan ini dengan mengupas kalimat past future continuous tense dengan melihat bentuk penulisannya.

Predikat Kata Kerja

Apabila frasa would be dan diikuti bentuk -ing seperti, eating, drinking, reading, coming, writing, sending dan bentuk -ing lainnya,

Hal-hal tersebut di bawah ini tidak boleh dilakukan.

Jangan menambahkan isam, atau are sebelum would.
Misalnya, I am would be sending the package.
    
Jangan menambahkan awalan -to setelah kata be.
Misalnya, I would be to sending the package.

Jangan menambahkan awalan -to sebelum kata be.
Misalnya, I would to  be sending the package.


Berikutnya kita akan telusuri bagaimana bentuk kalimat past future continuous tense berdasarkan:

Kalimat positif
Kalimat negatif
Pertanyaan interogatif

Seperti yang telah dikatakan sebelumnya, semua subjek dalam kalimat past future continuous tense ditandai dengan adanya kata would baik itu dalam kalimat positif, negatif atau interogatif. Penjelasan lebih rinci mengenai ke tiga jenis kalimat tersebut sebagai berikut:


Kalimat Positif

Apabila kalimatnya merupakan kalimat aktif dan positif (+) past future continuous tense dan setelah kata-kata would dan be, kemudian diikuti kata bentuk ing.

Lebih jelas, lihat tabel berikut ini
I
would
be
reading
a book.
You
would
be
reading
a book.
They
would
be
reading
a book.
We
would
be
reading
books.
She
would
be
reading
books.
He
would
be
reading
books.
It
would
be
reading
books.

Kalimat Negatif

Apabila kalimatnya merupakan kalimat aktif dan negatif (-) past future continuous tense dan setelah kata would dan sebelum kata be, tambahkan kata not.

Lebih jelah, lihat tabel dibawah ini.
I
would not
be
reading
a book.
You
would not
be
reading
a book.
They
would not
be
reading
a book.
We
would not
be
reading
books.
She
would not
be
reading
books.
He
would not
be
reading
books.
It
would not
be
reading
books.

Pertanyaan Interogatif

Pertanyaan Interogatif selalu diawali dengan kata would. Apabila pertanyaannya berbentuk kalimat aktif, setelah kata would diikuti dengan subjek, kemudian kata be berdampingan dengan kata bentuk -ing.

Cara mudahnya, kita mengambil dari bentuk kalimat aktif dan positif. Lalu, kita cukup menukarkan posisi subjek dan would. Misalnya kalimat positifnya; She would be reading books. Kita menukarkan posisi she dan would menjadi would dan she.

Untuk lebih jelas, lihat tabel pertanyaan interogatif bentuk aktif di bawah ini.
would
I
be
reading
a book?
would
you
be
reading
a book?
would
they
be
reading
a book?
would
we
be
reading
books?
would
she
be
reading
books?
would
he
be
reading
books?
would
it
be
reading
books?


2. Penggunaan (use)

Bentuk tenses yang dituliskan diatas hanya memberi pedoman bagi kita bagaimana cara menuliskan kalimat past future continuous tense, tapi tidak untuk penggunaannya.

Kapan waktu dan situasi seperti apa kita bisa menggunakan past future continuous tense dalam ujaran mapun tulisan?

Sebelumnya saya telah mengatakan sebaiknya jangan mencampur nama past future continuous tense dengan  arti dari nama tense ini agar tidak merasa kebingungan.

Penggunaan past future tense pada umumnya bertalian erat dengan kalimat pengandaian, terutama kondisi kedua.

Seperti yang telah saya jelaskan tentang bentuk penulisan Kalimat Pengandaian, pada kondisi ke kedua (atau If conditional type two) digunakan ketika kita berangan-angan atau mengkhayalkan melakukan sesuatu atau memimpikan sesuatu terjadi yang bisa kita katakan berlawanan dengan kenyataan saat ini.

Lantaran hanya imaginasi atau khayalan yang ada dipikiran, maka hal ini tidak mungkin terjadi. Pada kondisi kedua, biasanya kita menggunakan Past Tense yang berdampingan dengan Past Future Tense.

Misalnya,

If I had time, I would come to your birthday party.

I would attend the English course if I weren't sick.


Selain bentuk penulisannya yang menggunakan past future tense seperti di atas, kamu dapat pula menuliskannya dengan past future continuous tense diantaranya seperti terlihat pada beberapa situasi dibawah ini:


1. Mustahil Terjadi Saat Ini

Tidak berbeda dengan sebelumunya, kamu dapat pula menggunakan kalimat pengandaian kondisi kedua, if conditional type 2 ini, dengan menggunakan Past Tense yang berdampingan dengan Past Future Continuous Tense untuk mengungkapkan angan-angan, imaginasi atau khayalan kita dengan suatu syarat tertentu. Meskipun sering dikatakan bentuk past tense merujuk masa lalu, tapi dalam konteks ini, penggunaannya sebenarnya merujuk pada masa sekarang.

Contoh penggunaanya dalam kalimat berikut ini.

If I had time, I would be coming to her birthday party.

I would be attending the English course if I weren't sick.


2. Mustahil Terjadi Di Masa Depan

Selain merujuk pada waktu sekarang, kalimat pengandaian kondisi kedua atau if conditional type 2 juga dapat digunakan untuk merujuk pada waktu akan datang.

Dengan kata lain, ketika kamu berangan-angan untuk merencanakan atau memperkirakan suatu kegiatan atau kejadian di masa mendatang yang ditegaskan dengan Past Continuous atau Past Future Tense dalam bentuk be going to, kamu dapat menyandingkan salah satu dari dua tenses ini dengan past future continuous.

Contoh penggunaanya dalam kalimat berikut ini.

Dengan Past Continuous
If I were going to London next month, I would be taking the intensive English course. 

Dengan Past Future
If I were going to go to London next month, I would be taking the intensive English course. 

If I weren't not attending the lecture tonight, I would be seeing a movie with you.


3. Arti atau makna (meaning)

Sebuah tense dalam kalimat bahasa Inggris tidak hanya terdiri dari susunan kata yang membentuk suatu tenses, tapi di dalam susunan kata tersebut juga memiliki arti dan makna.

Lantas, bagaimana arti dan makna dari sebuah kalimat dengan past future continuous tense? Makna sebuah kalimat past future continuous tense mengikuti situasi atau penggunaan kalimat tersebut.

Seperti yang diketahui banyak orang, kata would dan be berdampingan dengan bentuk -ing biasanya diterjemahkan dalam bahasa Indonesia dengan kata 'akan sedang'.

Namun, dalam kata-kata ini, menyiratkan makna yang sejalan dengan situasi penggunaannya dalam kalimat. Makna inilah yang akan kita cermati berdasarkan situasi penggunaan kalimat tersebut.

Beberapa arti serta makna dari kalimat past future continuous tense berdasarkan situasi seperti dijelaskan dibawah ini:


1. Tentunya akan

Pada bagian pertama, kalimat past future continuous digunakan untuk mengutarakan angan-angan, imaginasi atau khayalan kita dengan suatu syarat tertentu.

Dalam konteks penggunaan pertama, kamu dapat menggunakan kalimat pengandaian kondisi kedua ini dengan Past Tense yang berpasangan dengan Past Future Continuous Tense untuk alasan yang sama.

Berpasangan dengan past tense, frasa would be dan bentuk -ing menyiratkan makna 'tentunya akan terjadi bila kondisinya memungkinkan'. Namun, karena bersifat imajinatif, maka kondisi ini tidak mungkin terlaksana.

Misalnya,

If I had time, I would be coming to her birthday party.
Andaikan saja (saat ini) aku punya waktu, aku (tentunya) akan datang ke pesta ulang tahunnya.

Kenyataanya, saat ini aku tidak datang ke pesta ulang tahun kamu.


I would be attending the English course if I weren't sick.
Aku (tentunya) akan menghadiri kursus bahasa Inggris andaikan saja (saat ini) aku tidak sakit.

Kenyataannya, saat ini aku tidak menghadiri kursus bahasa Inggris.


2. Ada Rencana

Pada bagian berikutnya, kalimat past future continuous digunakan dalam kalimat pengandaian untuk mengutarakan rencana atau prakiraan di waktu yang akan datang.

Berpasangan dengan past continuous atau past future, frasa would be dan bentuk -ing menyiratkan makna 'tentunya akan terjadi bila syarat rencana atau prakiraan ini terjadi atau dilakukan'. Namun, karena bersifat imajinatif, maka kondisi ini tidak mungkin terlaksana.

Misalnya,

Dengan Past Continuous
If I were going to London next month, I would be taking the intensive English course. 

Dengan Past Future
If I were going to go to London next month, I would be taking the intensive English course. 

Kedua kalimat di atas bermakna; andaikan saja aku (ada rencana) pergi ke London bulan depan, aku (tentunya) akan mengambil kursus intensif bahasa Inggris.

Kenyataannya, aku tidak pergi ke London dan aku tidak mengambil kursus intensif bahasa Inggris.


If I weren't not attending the lecture tonight, I would be seeing a movie with you.
Andaikan saja aku (tidak ada rencana) menghadiri kuliah malam ini, aku (tentunya) akan menonton film bareng kamu.

Kenyataannya, aku akan menghadiri kuliah malam ini.


Demikianlah catatan yang bisa saya bagikan buat sobat, kita telah membahas tentang 3 dimensi bagaimana cara mengenal past future continuous tense. Apabila sobat ada pertanyaan mengenai past future continuous tense, silakan ajukan dan tuliskan pertanyaan kamu di kolom komentar di bawah.

Terima kasih sudah meluangkan waktu membaca artikel ini. Semoga rasa ingin tahu sobat terjawab. Sampai jumpa dengan artikel lainnya.


0 Response to "3 Sisi Past Future Continuous Tense yang Perlu Diketahui"

Post a Comment

Silakan berkomentar yang santun dan sesuai topik. Hanya komentar yang sesuai kebijakan yang akan ditampilkan. Baca selengkapnya di Kebijakan Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel